“Eh, Mba, nulis blog, yuk!” Seorang
perempuan -panggil saja Meimei- mengajak rekannya untuk memulai menulis blog.
“Apa? Blog? Emang zaman sekarang
masih ada orang yang baca blog? Sekarang sih, udah zamannya Instagram, Youtube,
TikTok, dong!” teman Mba Meimei ini ternyata
menjawab sinis.
Kalau dipikir-pikir, memang ada
benarnya jawaban rekan Mba Meimei ini, jawaban yang menggelitik titik kritis di
kepala, “Emang masih zaman ya ngeblog hari ini? ”
Gempuran media sosial makin massive,
para netizen berlomba untuk menguggah konten dan berharap menjadi viral untuk
meraih popularitas sekaligus keuntungan secara materi. Yaps, media sosial kini
menjadi sumber pendapatan yang menggiurkan sebagian orang, menjadi konten creator
adalah mimpi anak muda zaman sekarang.
Nasib Blog dan Narablog
(Bloger)
Lantas bagaimana nasib blog dan
para nara blog atau yang akrab disebut bloger? Masih kah ada yang melirik? Tulisan
panjang dengan ribuan kata yang harus dicerna kata demi kata, masih adakah
orang yang punya waktu yang cukup luang untuk membacanya? Padahal informasi
yang kita cari sekarang bisa muncul pada platform video pendek yang berdurasi
bahkan kurang dari 30 detik? Review produk misalnya, atau review tempat wisata.
Blog memang pernah hits pada
zamannya, namun sekarang apakah blog masih menjadi sumber informasi, inspirasi,
motivasi yang masih dicari banyak orang?
Gempuran Media Sosial berbasis
Video
Salah satu platform media sosial
yang sedang hits saat ini yakni TikTok. Bahkan TikTok sendiri mendapat masalah karena
banyaknya pengguna hingga TikTok tergiur untuk ‘sekalian berjualan dan meraup
cuan’ dibanding hanya berperan sebagai media sosial.
Berdasarkan negaranya, pengguna
TikTok paling banyak masih berasal dari Amerika Serikat. Terdapat 116,49 juta
pengguna TikTok yang berasal dari Negeri Paman Sam pada April 2023.
Adapun Indonesia juga kukuh di
peringkat kedua dengan jumlah pengguna TikTok terbanyak dunia yaitu mencapai
112,97 juta pengguna. Jumlah tersebut hanya selisih 3,52 juta pengguna dari
jumlah pengguna TikTok di AS.
Baca juga: TikTok Shop ditutup? Yes or No?
Ya, fakta memang berbicara demikian,
media sosial berbasis audio visual, lebih diminati ketimbang hanya sebuah
tulisan yang harus dibaca panjang lebar. Kemajuan teknologi digital mau tidak
mau banyak memunculkan berbagai perubahan baru, termasuk perubahan mood menulis
blog yang makin lama makin meredup, hilang timbul, karena menjadi creator video
pendek pada media sosial yang sedang hits terasa lebih menjanjikan.
Karena alasan itu lah, saya sudah
lama tidak update blog dan bercerita panjang lebar melalui tulisan. Distraksi
media sosial yang sedang hype saat ini membuat saya bertanya-tanya, “Apakah
ngeblog masih relevan untuk dilakukan?”
Bahkan sejauh ini, saya lihat
pertumbuhan atau regenerasi nara blog atau bloger baru juga kurang signifikan.
Generasi yang sekarang menjadi orang tua baru, menjadi istri, ibu rumah tangga,
ibu bekerja, dll lebih senang bercerita lewat video pendek di Instagram maupun
di TikTok ketimbang menulis di laman blog seperti blogger maupun wordpress.
Lagi-lagi, karena melihat bahwa
sepertinya blog sudah tidak terlalu relevan dengan hari ini, hal itu membuat
saya tidak sering update blog seperti dahulu kala.
*Ini murni opini dan perasaan
yang saya rasakan, ya. Ketika melihat perkembangan media sosial yang ada
sekarang.
Sibuk dengan Dunia Nyata
Sejak anak sulung saya masuk SMP
dan sibuk rebutan kuota PPDB, serta adiknya yang juga masuk SD, dan banyak
sekali kegiatan sekolahnya, saya sudah jarang sekali update blog dan berbagi
cerita. Kadang menulis blog hanya sebatas ‘titipan’ untuk mengulas produk atau mengikuti
event tertentu.
Walau memang terkesan blognya
hanya iklan dan terpaksa menulis karena kewajiban, saya merasa ada manfaatnya
juga mengerjakan tulisan ‘titipan’ tersebut. Karena kalau tidak ada, maka saya
ngga akan memaksa diri untuk menulis, dan mungkin gak akan ada update blog sama
sekali, wkwkwkw.
Namun yang jelas saya rasakan
memang lelah mengurus anak-anak ini memang membuat saya enggan membuka laptop,
mencatat ide, bahkan ketika ada lomba blog pun, biasanya saya semangat 45 untuk
ikutan, sekarang sudah tiada daya upaya bahkan untuk membaca syarat dan
ketentuan lomba tersebut, udah low batt banget deh rasanya badan saya kalau
sudah menjelang maghrib, karena seharian harus antar jemput anak-anak ke
sekolah, dan harus menyiapkan bekal sejak subuh hari.
Gara-gara terlalu lelah fisik dan
mental, rasanya saya sudah burn out, huhuhu. Saya merasa kurang semangat
mengerjakan sesuatu, kurang konsentrasi, mendadak menjadi pelupa, mudah lelah,
mudah marah, nano-nano lah, rasanya T____T
Dunia nyata yang memang menyita
banyak energi, waktu, dan pikiran ini memang menjadi salah satu faktor saya
jarang sekali update blog.
Kehabisan Ide Menulis karena
Kelelahan/Burn Out
Biasanya saya rajin mencatat ide
menulis blog di handphone atau di buku catatan, tapi karena lelah yang sangat mengurus
anak-anak, saya sudah sangat jarang menangkap ide yang berseliweran. Ada
kalanya di kepala saya berkecamuk berbagai ide, keluh kesah, opini, dll, namun
karena badan yang sudah lelah, saya lupa mencatat dan memilih bobo syantik ketika
memiliki waktu senggang untuk beristirahat.
Selain itu, saya juga jadi JARANG
MEMBACA BUKU T_____T
Kemampuan menulis itu sangat
berkolerasi dengan kemampuan membaca, kalau kita sudah jarang membaca, sulit
rasanya mendapatkan insight baru untuk bahan tulisan. Lagi-lagi, media sosial
menjadi distraksi dan godaan tersendiri ketika niat membaca buku sudah
terkumpul.
Anehnya, membuka Instagram satu
jam gak kerasa, baca buku dua halaman kok ngantuknya ga ketulungan, ya. Wkwkwk.
Ada yang samaan?
PR banget sebenernya nih, buat
saya pribadi, yakni harus rajin MEMBACA BUKU. Dan baru-baru ini alhamdulillah
ada satu buku yang hampir selesai dibaca dalam satu bulan, dan ada satu buku
yang ingin mulai dibaca kembali.
Cuaca yang Mendukung -untuk
rebahan-
Ahaha, cuaca akhir-akhir ini
panasnya poollll bangett, ya. Dimana rasanya setiap hari pengennya rebahan
sambil kipas-kipas atau sambil ngemil makanan atau minuman dingin.
Cuaca panas ekstrim juga membuat
saya tidak tergerak untuk membuka laptop dan mencari ide tulisan. Biasanya
setelah mengantar atau menjemput anak-anak dari sekolah, saya memilih untuk
berdiam di atas kasur alias mager. Lelah sekali rasanya melawan terik matahari
yang bisa sampai 30-40 derajat di siang hari T___T
Mudah-mudahan cuaca segera berangsur membaik, ya. Karena sungguh cuaca yang panas ini membuat saya malas bergerak dan memilih berdiam di kamar sambil nonton drakor atau youtube, mwahaha.
Baca juga: 5 Judul K-Drama yang Menampilkan Adegan Kaum Pelangi
Sebenarnya sudah lama saya ingin kembali
rutin menulis blog, karena memang dari proses ngeblog ini lah saya banyak
mendapatkan pengalaman dan kejutan dalam hidup. Banyak mendapatkan teman baru, kenalan
baru, bahkan ketika pandemi covid 19 kemarin, saya bisa melaukan Instagram Live
bersama teman sesama Emak Bloger yang tinggal di Inggris dan Belanda.
Selain itu, blog lah yang membuat
saya tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang mampu melihat peluang, memeras
segala ide dan kreativitas hingga mencapai limitnya, yang mungkin gak saya
lakukan kalau ngga ngeblog.
Memang seharusnya niat ngeblog
harus diluruskan kembali juga, ya. Salah satunya agar bisa berbagi pengalaman
untuk membantu orang lain. Pengalaman sekecil atau sesederhana apapun yang kita
tulis di blog, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi orang lain yang memang sedang
membutuhkan informasi tersebut.
Itu dia beberapa alasan saya tidak
rutin melakukan update blog baik di blog ini maupun di blog www.tettytanoyo.com
Mudah-mudahan segera hilang deh, ini
penyakit magernya, dan saya bisa memenej waktu kembali seperti sedia kala,
amiinnn.




Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga kita selalu menjadi ibu yang bahagia :)