5 Film yang Gak Bosen Saya Rewatch

 



Bicara soal film, itu hobi saya banget sejak kecil, bahkan ketika duduk di bangku SMP-SMA, saya rela ngumpulin uang jajan untuk beli DVD film. Wkwkwk. Bahkan sebelumnya, saya ngadat minta dibellin DVD player sama Bapak. Ya Alloh, Bapak maafkan anakmu ini. Bener-bener pengen bisa nonton film sendiri di rumah, sampe punya permintaan yang pada zamannya itu ngga murah.

 

Sebelum punya DVD Player sendiri, saya nonton film di rumah teman. Huhuhu.

 

Kalau dipikir-pikir, nonton film zaman dulu memang agak effort ya, beli DVD Player-nya, beli DVD nya, belum harus nyolokin dulu ke TV, nontonnya juga harus di ruang nonton TV, gak bisa sambil rebahan seperti sekarang.

 

Maka dari itu, kadang saya suka Rewatch film yang dulu saya suka via gadget saja. Banyak aplikasi nonton film berbayar yang sekarang banyak menyediakan film-film zaman dulu, kalau memang terlalu jadul atau ngga ada di aplikasi nonton berbayar, biasanya saya cari di youtube (kadang ada kadang ngga).

 

Berikut adalah 5 film dan drama yang gak ada bosannya kalau saya rewatch, ini dia:

 

1. Kuch-kuch Hota Hai




Release tahun 1998, dibintangi oleh Shah Rukh Khan, Rani Mukherjee, Kajol, Salman Khan, Sana Saeed (Anjali Kecil).


Siapa anak 90’an yang ngga nge-fans sama Shah Rukh Khan? Kayaknya ngga ada, ya? Wkwkwk


Shah Rukh Khan atau Rahul ini kayaknya jadi idol pertama generasi 90’an sebelum ada idol K-Pop zaman sekarang. Cerita tentang segitiga Rahul, Tina Malhotra, dan Anjali Sharma ini memang sangat fenomenal pada zamannya.


Setelah film Kuch-kuch Hota Hai tayang di Indonesia, kemudian berbagai judul film India juga laris manis banget jadi hiburan zaman dulu. Tapi tetep, sih, Kuch-kuch Hota Hai ini jadi film yang punya tempat tersendiri di hati. Ceritanya bikin nangis bombay sekaligus bikin ketawa juga karena gak sedikit scene lucu antar tokohnya.


Saya pernah rewatch film Kuch-kuch Hota Hai ini bareng suami, dan beneran masih sedih banget nonton kisah cinta segitiga yang bisa dibilang agak tragis karena Tina harus meninggal dan Rahul harus mencari Anjali yang sudah lama meninggalkannya.


Kalau denger lagu-lagu soundtracknya berasa masih pakai seragam merah putih, hehehe.  Karena dulu nonton dan cerita tentang film ini bareng teman-teman SD yang juga suka nonton film Bollywood.

 

Btw, sekarang film Bollywood ngga sebooming dulu ya, tergeser dengan film dan drama lain. Salah satunya yang sedang naik daun adalah drama Korea dengan berbagai ceritanya.


Tapi kembali lagi, kalau mau nostalgia zaman dulu, film yang suka saya rewatch adalah film-film India (Bollywood) salah satunya film Kuch-kuch Hota Hai.

 

2. Full House (Drama Korea)




Release tahun 2004, dibintangi oleh Rain, Song Hye Kyo, Han Eun Jung, dan Kim Sung Soo


Siapa yang ngga kenal dengan drama korea yang dibintangi oleh Rain dan Song Hye Kyo ini? Ya ampun, ini sih bener-bener drama yang belum ada lawan sampai sekarang. Dari segi cerita, pemeran, OST, pokoknya semuanya menurut saya nilainya 9.5/10 deh buat drama ini.


Minusnya adalah soal look pemerannya, ternyata pakaian mereka itu dulu kok terlalu mini dan terbuka, ya, apalagi sahabatnya Rain si desainer pakaian itu, pas dilihat sekarang, kok rasanya agak gimana gitu, wkwkwkw.


OST nya pun ngga ada lawan, baru denger denting pianonya aja, saya udah mau nangissss, entah kenapa, lagunya se-sedih dan se-touching itu di hati. Kalau pun ada OST drama korea yang bisa menggeser OST Full House di hati saya sedikit, adalah OST nya Goblin (Guardian: The Lonely and Great God). Duh, dua OST drama ini bener-bener diproduksi dengan sepenuh hati dan jiwa nampaknya.

 

Dari semua acting Song Hye Kyo dan Rain, di drama ini lah mereka benar-benar seperti ‘hidup’ bahkan dulu saya menganggap ya mereka ini beneran punya hubungan yang sesungguhnya di dunia nyata. Hubungan yang penuh kekonyolan namun akhirnya tetep baper juga endingnya, eeaaa.


Beberapa kali rewatch drama ini gak ada bosannya, bahkan kembali bernostalgia dengan drama korea yang ‘apa adanya’. Kalau sekarang kan drama korea udah banyak genre fantasi dan memakai efek-efek yang luar biasa, nah, kalau mau drama yang masih mengandalkan cerita dan pemeran yang bagus, Full House ini salah satu drama yang bisa direwatch again and again.

 

 


3. Toy Story




Release tahun 1995, dibintangi oleh Tom Hank (Sheriff Woody), Tim Allen (Buzz Lightyear),

 

Ketika saya pertama kali nonton Toy Story yaitu Toy Story 3, itu pun di bioskop, tahun 2010. Gak nyangka ternyata ‘Film anak-anak’ ini udah ada dari tahun 1995. Awalnya diajak suami dan teman-temannya untuk nonton Toy Story 3 di bioskop, dan itu lah saat saya JATUH CINTA sama film ini.


Ya ampun, kok bagus banget cerita dan tokohnya, sekaligus animasinya juga keren. Saya sempet nangis ketika nonton Toy Story 3, sedih karena Andy udah dewasa dan ngga bisa main mainannya lagi. Saat itu saya jadi teringat saya dulu punya banyak mainan, dan andaikan mereka bisa hidup seperti mainan di Toy Story, apakah mereka sesedih ini ketika sudah saya tinggal?


Duh, menye-menye banget emang saya kalau nonton film yang ada sentuhan ‘dramanya’ walau itu cuma film anak-anak.


Sejak nonton Toy Story 3, saya langsung mencari film-film Toy Story sebelumnya, ya ampun ternyata semua filmnya bagussss semuaaa.

 

Karena saya dan suami sangat suka dengan Toy Story, saya sering rewatch film ini bersama anak-anak, dan yang paling jatuh cinta dengan film ini adalah Aksara (5 tahun). Dalam sehari, dia bisa nonton Toy Story di Disney Plus berkali-kali.

“Aksa nonton apa?” Tanya saya.

“Toy Story.” Jawab Aksa.

“Lagi?”

“Iya, soalnya kalau udah nonton, Aksa selalu lupa sama ceritanya.” Jawabnya kocak.

Hadeuh, mana ada habis nonton terus langsung lupa. Wkwkwk. Emang bagus aja sih filmnya. Jadi Aksara ngefans banget sama tokoh Woody dan Buzz Lightyear. Dan akhirnya saya pun ikut rewatch lagi bersama Aksara, setiap hari. Hahahaha.

 

 

4. Petualangan Sherina 




Release tahun 2000, dibintangi oleh Sherina Munaf, Derby Romero, Mathias Muchus, Didi Petet, Ucie Nurul, Allysa Soebandono, Djaduk Ferianto, Dewi Hugges, dan Henidar Amroe.

 

Walau pun saya belum nonton Petualangan Sherina yang kedua, tapi Petualangan Sherina tahun 2000 dulu adalah salah satu film anak terbaik yang pernah saya tonton. Masa kecil saya benar-benar terinfluence oleh gaya Sherina. Mulai dari pake back pack, coklat cha-cha disimpen di tupperware, dan gayanya agak-agak tomboy gimana gitu. Mwahaha.


Bahkan ketika ada temen yang ngeselin di kelas, gaya berantemnya dimirip-miripin sama Sherina vs Sadam, cuma minus ngga pake nyanyi dan joget aja. Semua lagunya saya hafalin, karena lirik dan musiknya memang sebagus itu, ya.


Petualangan Sherina saya akui merupakan Master Piece film anak Indonesia. Walau pun katanya, ketika saya baca-baca di internet, anak-anak zaman sekarang ketika diminta nonton Petualangan Sherina malah ngantuk dan bosan, wkwkwkw. Ngga tau apa memang film ini cuma cocok sama anak-anak generasi saya (90’an) atau gimana, ya.

 

Lagu-lagu dari OST Petualangan Sherina juga timeless banget, sampai sekarang lagu-lagunya masih sangat relate dan indah untuk didengar. Setuju?

 

5. Laskar Pelangi




Release tahun 2008, dibintangi oleh Zulfanny (Ikal), Cut Mini, Verrys Yamarno (Mahar), Ferdian (Lintang), Lukman Sardi, Mathias Muchus, Ikranagara (Pak Harfan)

 

Salah satu film Indonesia terbaik versi saya jatuh ke film LASKAR PELANGI. Setelah terpukau dengan novel karya Andrea Hiratta ini, filmnya pun membuat saya terkesan. Tema pendidikan dan perjuangan kehidupan yang kental membuat saya menangis berkaca-kaca ketika perdana nonton film ini di bioskop.


Tokoh Ikal dan Lintang membuat saya berfikir apakah benar-benar ada anak yang memiliki semangat tinggi dalam meraih pendidikan? Adakah anak yang benar-benar putus sekolah karena tidak mendapatkan akses Pendidikan?


Sinematografi, pemeran, OST, setting, skenario dan alur cerita yang disuguhkan sangat bagus dan membuat kita kembali menemukan semangat untuk belajar setinggi-tingginya.

 

Anak sulung saya Kifah pernah saya ajak rewatch Laskar Pelangi, dia tersentuh sekali dengan film ini. Sampai ke sekolah pun mau naik sepeda, hehehe.


“Aku mau kayak Lintang, Mi. Ke sekolah itu usaha sendiri, naik sepeda.” Katanya.

Iya deh, asalkan ngga ada buaya di jalan ya, wkwkwwk.

 

Setelah saya ajak nonton Laskar Pelangi, akhirnya Kifah sendiri yang rewatch film ini sendiri berkali-kali di Disney Plus Hotstar sendiri. Bahkan pernah saya liat dia belum tidur karena masih nonton Laskar Pelangi, padahal udah kesekian kalinya dia tonton. Katanya film ini beneran bagus.


Yaa, memang Laskar Pelangi sebagus itu, mengingatkan kita akan arti syukur, perjuangan, dan kegigihan hidup.

 

Nah, itu lah 5 film dan drama yang suka saya rewatch kalau sedang ingin bernostalgia zaman dlu, pengen nangis, atau perlu semangat.


Kalau Mama, apa aja nih, film atau drama yang suka banget direwatch berkali-kali





Komentar